Aku Adalah Savana

Bangsawan itu bilang aku menapak dengan langkah narcissus.
dengan ketus ia ucap tak becus
Malam ini aku duduk diatas kursi merah.. lagi.. berulang..
Di depan kotak bercahaya.
Dengan papan tuts jariku berkarya.
Disebelahku terduduk pula bayangan
mungkin sebongkah.
Dan kami berdua sesekali melempar pandangan ke luar jendela..
Penglihatan ku persis sama dengan mu wahai bayangan..
Aku melihat..
Biru berundak..,
Dan sesekali kau menambahkan..
“Aku pun melihat.. Hijau padat..”
Aku melihat..
Roh roh itu terlepas..
Dan sesekali kau menambahkan..
“Aku pun melihat.. Roh itu tersimpan”
Apa yang terlihat ketika mata memejam?
Mengapa banyak sekali manusia sok tau?
Aku ingin didengar, aku benar!
Untuk apa aku menunggu?
Akankah datang masa bagi-ku?
Mengapa aku terlahir sebagai seorang pemimpi..,
Dimana bumi bukanlah wadah untuk bermimpi..,
Dan aku melayang sendiri serupa malaikat murung..,
Perasaanku begitu gaib..,
Kembalikan aku..,
Kembalikan aku..,
No Comments Yet
Jadilah yang pertama untuk berkomentar!
